Lewati ke konten utama
Logo MAN 2 TUBAN

Dari Observasi Menuju Transformasi: Pengawas MA Supervisi Pembelajaran di MAN 2 Tuban

Dari Observasi Menuju Transformasi: Pengawas MA Supervisi Pembelajaran di MAN 2 Tuban
30 Sep 2026 manduatuban@gmail.com Berita

Tuban, 30 September 2026 — Meningkatkan kualitas pembelajaran tidak berhenti pada proses mengajar di dalam kelas, tetapi juga membutuhkan refleksi dan evaluasi yang berkelanjutan. Semangat itulah yang mewarnai kegiatan supervisi Pengawas Madrasah Aliyah (MA) di MAN 2 Tuban, melalui observasi pembelajaran di beberapa kelas dan refleksi bersama yang berlangsung di Aula MAN 2 Tuban.



Kegiatan supervisi di MAN 2 Tuban tersebut dilaksanakan oleh tiga Pengawas MA, yakni Ulfah Hayati Muzzayanah, Ali Musyafak, dan Suwarno. Supervisi tidak hanya menjadi agenda monitoring, tetapi juga menjadi ruang untuk melihat secara langsung proses pembelajaran sekaligus memberikan penguatan dan refleksi bagi guru dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang semakin berkualitas.



Dalam pelaksanaannya, para pengawas melakukan observasi pembelajaran di beberapa kelas. Observasi dilakukan dengan melihat secara langsung berbagai aspek pembelajaran, mulai dari proses interaksi guru dan murid, pengelolaan kelas, metode yang digunakan, hingga pelaksanaan pembelajaran yang berorientasi pada kebutuhan dan perkembangan murid, dan performance guru di kelas.



Kegiatan observasi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai pelaksanaan pembelajaran di MAN 2 Tuban. Kehadiran pengawas di kelas juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya refleksi, sehingga supervisi tidak dimaknai sebagai kegiatan untuk mencari kekurangan, tetapi sebagai proses bersama untuk menemukan ruang perbaikan dan pengembangan.



Setelah observasi kelas, kegiatan dilanjutkan dengan refleksi supervisi yang bertempat di Aula MAN 2 Tuban. Dalam sesi tersebut, para pengawas bersama guru melakukan refleksi terhadap proses pembelajaran yang telah berlangsung. Berbagai temuan, pengalaman, serta catatan selama observasi menjadi bahan diskusi untuk memperkuat kualitas pembelajaran di madrasah.



Refleksi menjadi momentum penting bagi guru untuk melihat kembali praktik pembelajaran yang telah dilakukan, sekaligus mengidentifikasi hal-hal yang perlu dipertahankan, dikembangkan, maupun diperbaiki.

Melalui kegiatan refleksi supervisi, Suwarno mengajak para guru untuk menularkan semangat cinta kepada murid-murid MAN 2 Tuban. Hal itu dipertegas oleh Ulfah Hayati Muzzayah agar guru tidak mempunyai prasangka yang buruk kepada muridnya. Ia juga mengingatkan penanaman nilai-nilai spiritual di MAN 2 Tuban, “ketika melaksanakan pembelajaran di kelas jangan lupa bapak ibu nilai spiritual kita tanamkan, meskipun sepatah dua kata spiritual yang mampu menghujam hati para murid,” ungkapnya. Pada kesempatan refleksi, ia juga menjelaskan tentang disiplin positif yang harus diterapkan dengan beberapa tingkatan, yakni menghukum, menyadarkan, seperti teman, dan mentoring uswatun khasanah).


Supervisi hari ini, refleksi untuk perbaikan, pembelajaran berkualitas untuk masa depan. MAN 2 Tuban terus bergerak, bertumbuh, dan bertransformasi menjadi madrasah yang unggul dalam prestasi, berkarakter, serta mampu menjawab tantangan pendidikan di era yang terus berubah.

 


Bagikan:
Chat Kami