Ikhtiar merawat nalar dan jiwa para pendidik bersemi. Sebanyak 92 pengajar termasuk para nakhoda kurikulum dari Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MAN 2 Tuban duduk bersanding, menyatukan cita demi meninggikan derajat mutu pembelajaran.
Langkah mulia ini disemai oleh Kepala MAN 2 Tuban, Qomaruddin, S.Ag., M.A., yang meyakini bahwa pintu pemahaman siswa hanya bisa dibuka dengan metode yang hidup. Menegaskan perlunya sebuah terobosan menghadirkan pelatihan gamifikasi sebagai jembatan yang menghubungkan rumitnya ilmu dengan indahnya pemahaman. Baginya, “belajar bukan lagi soal menjejali ingatan, melainkan menenun rasa ingin tahu melalui ketangkasan permainan,” sapa Qomaruddin.
Kehadiran Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tuban, Umi Kulsum, S.Ag., M.Pd.I., kian memberi pencerahan. Saat meresmikan acara, beliau menuntun para pendidik untuk bersahabat dengan era digital melalui pembelajaran berbasis game, seraya menyelipkan pesan kearifan. Hendaknya menjadi telaga kebahagiaan dan benteng nilai moral, “bukan justru menjadi celah penyebaran paham ekstremisme maupun radikalisme,” ungkap Umi Kulsum. Beliau berharap perjumpaan ini bermuara pada manfaat yang mekar bersama sukacita dan kedamaian di hati.
Layar pembelajaran ini kemudian dibentangkan oleh narasumber Ahmad Nur Kamali, S.Pd.I., M.Ed., yang membagikan ragi-ragi inovasi dan strategi gamifikasi guna menghidupkan ruang kelas agar tak lagi lengang dan kaku.
Rangkaian peradaban ini diawali secara khidmat oleh Ali Kusno, S.Pd., M.M.Pd. Menengadahkan jemari, melangitkan doa-doa yang merambat syahdu, memohon ridho Sang Maha Pemilik Ilmu agar setiap helai niat diberi kemudahan, keberkahan, serta buah manis bagi masa depan madrasah.