Meluruskan niat dalam menuntut ilmu demi meraih keberkahan rasa syukur mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di MAN 2 Tuban pada tahun ajaran 2026/2027. Perpaduan dengan pesan-pesan moral ini menjadi pengingat pentingnya acara memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Lantunan sholawat yang anggun dari tim banjari MAN 2 Tuban. Kemeriahan berlanjut pada sesi uji petik Al-Qur'an secara acak untuk menguji hafalan dan pemahaman para murid. Sesi ini diuji langsung oleh Kepala MAN 2 Tuban, H. Qomaruddin, S.Ag., M.A., serta mendapat pengujian khusus dari tokoh agama asal Desa Grabagan, Kabupaten Tuban, K.H. Muhsin Magrobi. Suasana semakin khusyuk saat murid Saeful Aditya melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur'an, yang kemudian disusul dengan pembacaan mahalul qiyam oleh murid Bintang Rahmad.
Kemeriahan acara, terselip pesan mendalam mengenai hakikat ilmu. Menuntut ilmu sejatinya harus diawali dengan menyebut nama Yang Maha Mencintai, yaitu Allah SWT. Murid diingatkan agar tidak mencampuradukkan proses belajar dengan niat yang salah, seperti terlalu fokus pada hubungan asmara atau berpacaran, karena hal tersebut dapat menyebabkan ilmu yang dicari menjadi sia-sia.
Pesan lain yang menarik perhatian adalah tingginya nilai sebuah ilmu. Hal yang berharga ketika diterapkan dalam kehidupan nyata. Sebagai analogi, “ketika seseorang sakit dan berobat ke dokter, biaya yang dikeluarkan menjadi mahal karena yang digunakan adalah ilmu dan keahlian yang dituntut selama bertahun-tahun,” ungkap K.H. Muhsin Magrobi.
Sebagai penutup, seluruh murid diajak selalu memuliakan orang tua dan guru. Sebab menjadi akibatnya, rasa hormat dan bakti kepada para pengajar serta orang tua merupakan kunci utama agar ilmu yang diperoleh senantiasa mendatangkan barokah dan kemanfaatan bagi sesama.