Tuban- Di bawah naungan atap MAN 2 Tuban, derak roda mesin jahit bersahut-sahutan, murid tampak tekun. Program kelas keterampilan tata busana di semester ganjil tahun ajaran 2026-2027 dengan minat belajar dari tangan-tangan mahir mengubah bentangan kain polos menjadi lembaran taplak meja yang penuh keanggunan.
Proses pembuatan taplak meja ini bukanlah sekadar aktivitas pertukangan kain biasa, melainkan sebuah pertunjukan seni yang memadukan ketelitian, kesabaran, dan cita rasa estetika tinggi. Jemari yang menari di atas bentangan kain, para murid memadukan helai demi helai benang, merangkai motif, hingga membentuk ornamen yang tak hanya elok dipandang, tetapi juga sarat akan makna ketekunan. Pembagian kelompok dalam membuat taplak dibentuk dengan jumlah dua orang yang dapat menghasilkan empat taplak meja.
Program Madrasah Keterampilan di MAN 2 Tuban terbukti tak hanya mengasah kecerdasan intelektual, tetapi juga memupuk jiwa kewirausahaan dan keahlian psikomotorik. Taplak meja yang terlahir dari ruang kelas ini adalah bukti nyata bahwa madrasah mampu melahirkan generasi yang tidak hanya mahir berilmu dan bertakwa, tetapi juga terampil menciptakan karya terapan bernilai seni tinggi.
Ketika jemari telah usai menautkan benang terakhir, kain yang mulanya sederhana kini telah bertransformasi menjadi mahakarya anggun. Ia siap menghiasi sudut ruangan diatas meja guru, membawa kehangatan dan keindahan yang bersumber dari ketulusan hati para murid MAN 2 Tuban. (HUMAS)